SIFAT DASAR MANAJEMEN KEUANGAN
1. Ruang
Lingkup Manajemen Keuangan
Tuntunan
perkembangan teknologi mendorong setiap organisasi, khususnya organisasi bisnis
berubah untuk dapat menciptakan efektivitas dan efesiensi setiap aktivitas organisasi. Sebelum tahun ke enem
puluh di indonesia mengenal pembalajarn
perusahaan dengan fokus sangat terkonsentrasi dalam fungsi pengelolaan
keuangan internal saja, sedang faktor
eksternal yang merupakan yang merupakan sumber pendanaan kurang diperhatikan.
Sejak tahun itulah perkembanagn ilmu perusahaan semakin berkembang menjadi konsentrasi terpusat pada sumber dana pendanaan eksternal, yang kemudian dikelola secara
efektif dan efesien untuk dapat menghasilkan laba.[1]
2. Manajemen Keuangan
Sebagai Salah Satu Ilmu
Secara keseluruhan ilmu manajemen
keuangan telah muncul dari suatu studi yang bersifat deskriptif tentang
pendekatan pengelolaan operasional perusahaan ke arah konsepsi teoritis
korporasi dalam lingkungan yang dinamis dan dalam kondisi yang penuh
ketidakpastian. Studi inilah yang akan diuraikan dalam buku ini yang
menggambarkan bahwa ilmu manajemen keuangan terus berkembang hingga menjadi
suatu ilmu yang tidak dapat dilepaskan dari bagian proses pengambilan keputusan
oleh hampir semua korporasi atau perusahaan.
Ketika Joel Dean (1951) dalam
bukunya, Capital Budgeting, merubah focus manajemen keuangan korporasi dari
bidang operasional perusahaan ke arah konsepsi teoritis korporasi dari bidang
operasional seperti manajemen modal kerja, sumber dana, dan budgeting kearah
konsep teori biaya modal, kebijaksanaan struktur modal, kebijaksanaan
investasi, dan penilaian korporasi (perusahaan).
Pada dekade tahun 1970, Markowitz,
Sharpe, dan Lintner melakukan pembaharuan dalam menilai dasar risiko dan hasil,
berdasarkan konsep Teori Portofolio. Konsep-konsep seperti Capital Asset
Pricing Model (CAPM), Capital market line (CML), Security Market Line (SML)
berkembang pesat.
Pertumbuhan ilmu manajemen keuangan
terus berlanjut dengan munculnya inovasi baru dalam pembiayaan, seperti leasing
dan pertumbuhan perusahaan secara eksternal melalui konglomerasi, merger dan
akuisisi.
3. Pentingnya
Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan adalah sebuah subjek yang sangat menarik saat kita mendekati abad
ke-21. Harian – harian (bukan hanya penerbitan bisnis) serta radio dan televisi
menyajikan cerita – cerita yang dramatis tentang pertumbuhan dan penurunan
perusahaan – perusahaan, pengambilalihan perusahaan, dan berbagai jenis
restrukturisasi perusahaan. Untuk dapat memahami perkembangan ini dan untuk
ikut serta di dalamnya secara efektif diperlakukan pengetahuan tentang prinsip
keuangan.
Pentingnya manajemen keuangan ini digaris bawahi dengan
adanaya perkembanagn dramatis yang terjadi dalam pasar keuangan .misalmya , dalam bulan september 1989 campeau corporation tidak dapat melinasi
pembayaran bunga untuk sebagian hutangnya. Campeau telah memberi Federated
Departmennt Store dan Allied Srore sebelumnya dalam tahun 1989 dengan
menanggung hutang $10 milyar. Campeau mencari tambahan hutang untuk memenuhi
pembayaran nbunga yang jatuh tempo untuk hutangb yang sudah ada dan mencoba
untuk menjual properti-properti utama seperti rangkaan toko seba ada
Bloomingdale untuk mengurangi pokok pinjamam. Kegagalan campeau untuk memenuhi
pembayaran bunganya mengejutkan seluruh pasar obligasi dengan yield tinggi.
Dalam bualn januari 1990, oprerasi real estate Capewau dipisah kan dari operasi
toko serba ada eceranya, yang dimasukkan dalam perlindungan kepailitan. Betapa
pentingnya sejumlah aspek manajemen keauangan telah ditejkankan oleh sejarah
Campeau ini.[2]
Dari contoh diatas
dapat diambil keimpulan bahwa dalam suatu perusahaan harus mempunyai manajemen keuangan untuk mengatur
arus kas yang sedang berjalan, sehingga akan mengurangi kerugian yang timbul
akibat pembiayaan yang berlebih. Dan menciptakan terkendalinya keuangn dalam
suatu perusahaan.
4. Fungsi
Keuangan
Bidang
yang terutama dianggap sebagai fungsi keuangan dalam suatu perusahaan adalah:
1. Analisis
aspek keuangan dari seluruh keputusan.
2. Berapa
banyak investasi yang akan diperlukan untuk menghasilkan penjualan yang diharapkan
akan dicapai oleh perusahaan. Keputusan ini akan mempengaruhi sisi lain neraca
keputusan investasi.
3. Bagaimana
cara memperoleh dana dan menyediakannya untuk pembiayaan aktiva – aktiva yang
dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa yang penjualannya
menghasilkan pendapatan. Bidang ini merupakan keputusan pembiayaan struktur
modal perusahaan, yang mempengaruhi sisi kanan neraca atau keputusan struktur
modal perusahaan, yang mempengaruhi sisi kanan neraca.
4. Analisis
perkiraan neraca tertentu.
5. Analisis
perkiraan perhitungan rugi laba tertentu : pendapatan dan biaya. Dalam
perhitungan rugi laba yang sangat singkat untuk EP Company, penjualan dikurang
seluruh biaya sama dengan laba bersih. Ada banyak macam – macam biaya sebagian
melibatkan pengeluaran kas yang besar pada awalnya dan biaya dikenakan pada
operasi tahun – tahun berikutnya.
6. Analisis
operasi arus kas dari seluruh jenisnya. Aspek ini telah semakin ditekankan
dalam tahun – tahun terakhir dan telah memunculkan laporan keuangan utama yang
ketiga, laporan arus kas yang dapat diturunkan dari neraca dan peehitungan rugi
laba.
Dana
dikumpulkan dari sumber – sumber keuangan ekstern dan dialokasikan untuk
penggunaan yang berbeda – beda. Arus dana di dalam perusahaan dipantau untuk
sumber - sumber pembiayaan ini dapat berupa hasil pengembalian (return),
pembayaran kembali, produk dan jasa. Fungsi – fungsi ini sama harus
dilaksanakan dalam perusahaan bisnis, badan pemerintahan, maupun organisasi –
organisasi nirlaba. Tujuan manajer keuangan adalah merencanaka untuk memperoleh
dan menggunkan dana guna memaksimalkan nilai organisasi. Ada beberapa kegiatan
yang terlibat[3]:
Pertama,
dalam perencanaan dan pemrakiraan (forecasting), manajer keuangan berinteraksi
dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan perencanaan
strategis yang umum dalam perusahaan.
Kedua,
manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada keputusan investasi dan
pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya. Para manajer keuangan
perlu menentukan laju pertumbuhan penjualan yang sebaiknya dicapai dan membuat
prioritas alternative investasi yang tersedia.
Ketiga,
manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar
perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin. Semua keputusan bisnis
menyangkut dampak keuangan. Misalnya, keputusan di bidang pemasaran berpengaruh
pada pertumbuhan penjualan dan akibatnya berpengaruh pada kebutuhan investasi.
Keempat,
manajer keuangan menghubungkan perusahaan pada pasar uang dan pasar modal, tempat
dana diperoleh dan tempat surat berharga perusahaan diperdagangkan.
Kesimpulannya,
tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan
pembiayaan. Dalam menjalankan fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan
langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap nilai
perusahaan.
Fungsi
keuangan dalam organisasi biasanya dipisahkan antara dua jabatan, yaitu
treasurer (bendaharawan) dan administrasi pembukuan atau akuntansi
(controller). Treasurer bertanggungjawab atas perolehan (akusisi) dan dan
pengamanannya. Bidang tanggungjawab controler adalah akuntansi (accounting),
pelaporan (reporting) dan pengendalian (control). Tanggungjawab seorang
treasurer biasanya adalah pengadaan dan pengelolaan uang tunai. Meskipun
tanggungjawab pembuatan laporan (reporting) berada di tagan controller,
treasurer pada umumnhya membuat laporan mengenai posisi arus kas harian dan
posisi modal kerja, membuat anggaran kas dan umunya melaporkan mengenai arus
kas dan cadangan uang tunai. Sebagai bagian dari tugasnya, treasurer menjaga
hubungan perusahaan dengan bank komersial dan bank investasi. Biasanya
treasurer juga bertanggungajwab atas manajemen kredit, asuransi dan manajemen
dana pensiun.
DAFTAR PUSTAKA
P. Tampubolon, Manahan. 2005. Manajemen Keuangan (finance management),Bogor: Ghalia Indonesia.
Fred, J. Weston dan Thomas E.Copeland. 1995. “manajemen
keuangan”,
Jakarta:Binarupa Aksara.






0 comments:
Post a Comment