Pages

Thursday, 9 October 2014

SIFAT DASAR MANAJEMEN KEUANGAN

SIFAT DASAR MANAJEMEN KEUANGAN

1.      Ruang Lingkup Manajemen Keuangan
Tuntunan perkembangan teknologi mendorong setiap organisasi, khususnya organisasi bisnis berubah untuk dapat menciptakan efektivitas dan efesiensi setiap  aktivitas organisasi. Sebelum tahun ke enem puluh di indonesia  mengenal pembalajarn perusahaan dengan fokus sangat terkonsentrasi dalam fungsi pengelolaan keuangan  internal saja, sedang faktor eksternal yang merupakan yang merupakan sumber pendanaan kurang diperhatikan. Sejak tahun itulah perkembanagn ilmu perusahaan semakin berkembang  menjadi konsentrasi terpusat  pada sumber dana pendanaan  eksternal, yang kemudian dikelola secara efektif dan efesien untuk dapat menghasilkan laba.[1]

2.      Manajemen Keuangan Sebagai Salah Satu Ilmu
            Secara keseluruhan ilmu manajemen keuangan telah muncul dari suatu studi yang bersifat deskriptif tentang pendekatan pengelolaan operasional perusahaan ke arah konsepsi teoritis korporasi dalam lingkungan yang dinamis dan dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Studi inilah yang akan diuraikan dalam buku ini yang menggambarkan bahwa ilmu manajemen keuangan terus berkembang hingga menjadi suatu ilmu yang tidak dapat dilepaskan dari bagian proses pengambilan keputusan oleh hampir semua korporasi atau perusahaan.
            Ketika Joel Dean (1951) dalam bukunya, Capital Budgeting, merubah focus manajemen keuangan korporasi dari bidang operasional perusahaan ke arah konsepsi teoritis korporasi dari bidang operasional seperti manajemen modal kerja, sumber dana, dan budgeting kearah konsep teori biaya modal, kebijaksanaan struktur modal, kebijaksanaan investasi, dan penilaian korporasi (perusahaan).
            Pada dekade tahun 1970, Markowitz, Sharpe, dan Lintner melakukan pembaharuan dalam menilai dasar risiko dan hasil, berdasarkan konsep Teori Portofolio. Konsep-konsep seperti Capital Asset Pricing Model (CAPM), Capital market line (CML), Security Market Line (SML) berkembang pesat.
            Pertumbuhan ilmu manajemen keuangan terus berlanjut dengan munculnya inovasi baru dalam pembiayaan, seperti leasing dan pertumbuhan perusahaan secara eksternal melalui konglomerasi, merger dan akuisisi.    

3.      Pentingnya Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah sebuah subjek yang sangat menarik saat kita mendekati abad ke-21. Harian – harian (bukan hanya penerbitan bisnis) serta radio dan televisi menyajikan cerita – cerita yang dramatis tentang pertumbuhan dan penurunan perusahaan – perusahaan, pengambilalihan perusahaan, dan berbagai jenis restrukturisasi perusahaan. Untuk dapat memahami perkembangan ini dan untuk ikut serta di dalamnya secara efektif diperlakukan pengetahuan tentang prinsip keuangan.
Pentingnya  manajemen keuangan ini digaris bawahi dengan adanaya perkembanagn dramatis yang terjadi dalam pasar  keuangan .misalmya , dalam bulan september  1989 campeau corporation tidak dapat melinasi pembayaran bunga untuk sebagian hutangnya. Campeau telah memberi Federated Departmennt Store dan Allied Srore sebelumnya dalam tahun 1989 dengan menanggung hutang $10 milyar. Campeau mencari tambahan hutang untuk memenuhi pembayaran nbunga yang jatuh tempo untuk hutangb yang sudah ada dan mencoba untuk menjual properti-properti utama seperti rangkaan toko seba ada Bloomingdale untuk mengurangi pokok pinjamam. Kegagalan campeau untuk memenuhi pembayaran bunganya mengejutkan seluruh pasar obligasi dengan yield tinggi. Dalam bualn januari 1990, oprerasi real estate Capewau dipisah kan dari operasi toko serba ada eceranya, yang dimasukkan dalam perlindungan kepailitan. Betapa pentingnya sejumlah aspek manajemen keauangan telah ditejkankan oleh sejarah Campeau ini.[2]
Dari contoh diatas dapat diambil keimpulan bahwa dalam suatu perusahaan harus  mempunyai manajemen keuangan untuk mengatur arus kas yang sedang berjalan, sehingga akan mengurangi kerugian yang timbul akibat pembiayaan yang berlebih. Dan menciptakan terkendalinya keuangn dalam suatu perusahaan.


4.      Fungsi Keuangan
Bidang yang terutama dianggap sebagai fungsi keuangan dalam suatu perusahaan adalah:
1.      Analisis aspek keuangan dari seluruh keputusan.
2.      Berapa banyak investasi yang akan diperlukan untuk menghasilkan penjualan yang diharapkan akan dicapai oleh perusahaan. Keputusan ini akan mempengaruhi sisi lain neraca keputusan investasi.
3.      Bagaimana cara memperoleh dana dan menyediakannya untuk pembiayaan aktiva – aktiva yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa yang penjualannya menghasilkan pendapatan. Bidang ini merupakan keputusan pembiayaan struktur modal perusahaan, yang mempengaruhi sisi kanan neraca atau keputusan struktur modal perusahaan, yang mempengaruhi sisi kanan neraca.
4.      Analisis perkiraan neraca tertentu.
5.      Analisis perkiraan perhitungan rugi laba tertentu : pendapatan dan biaya. Dalam perhitungan rugi laba yang sangat singkat untuk EP Company, penjualan dikurang seluruh biaya sama dengan laba bersih. Ada banyak macam – macam biaya sebagian melibatkan pengeluaran kas yang besar pada awalnya dan biaya dikenakan pada operasi tahun – tahun berikutnya.
6.      Analisis operasi arus kas dari seluruh jenisnya. Aspek ini telah semakin ditekankan dalam tahun – tahun terakhir dan telah memunculkan laporan keuangan utama yang ketiga, laporan arus kas yang dapat diturunkan dari neraca dan peehitungan rugi laba.
Dana dikumpulkan dari sumber – sumber keuangan ekstern dan dialokasikan untuk penggunaan yang berbeda – beda. Arus dana di dalam perusahaan dipantau untuk sumber - sumber pembiayaan ini dapat berupa hasil pengembalian (return), pembayaran kembali, produk dan jasa. Fungsi – fungsi ini sama harus dilaksanakan dalam perusahaan bisnis, badan pemerintahan, maupun organisasi – organisasi nirlaba. Tujuan manajer keuangan adalah merencanaka untuk memperoleh dan menggunkan dana guna memaksimalkan nilai organisasi. Ada beberapa kegiatan yang terlibat[3]:
Pertama, dalam perencanaan dan pemrakiraan (forecasting), manajer keuangan berinteraksi dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan perencanaan strategis yang umum dalam perusahaan.
Kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya. Para manajer keuangan perlu menentukan laju pertumbuhan penjualan yang sebaiknya dicapai dan membuat prioritas alternative investasi yang tersedia.
Ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin. Semua keputusan bisnis menyangkut dampak keuangan. Misalnya, keputusan di bidang pemasaran berpengaruh pada pertumbuhan penjualan dan akibatnya berpengaruh pada kebutuhan investasi.
Keempat, manajer keuangan menghubungkan perusahaan pada pasar uang dan pasar modal, tempat dana diperoleh dan tempat surat berharga perusahaan diperdagangkan.
Kesimpulannya, tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaan. Dalam menjalankan fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Fungsi keuangan dalam organisasi biasanya dipisahkan antara dua jabatan, yaitu treasurer (bendaharawan) dan administrasi pembukuan atau akuntansi (controller). Treasurer bertanggungjawab atas perolehan (akusisi) dan dan pengamanannya. Bidang tanggungjawab controler adalah akuntansi (accounting), pelaporan (reporting) dan pengendalian (control). Tanggungjawab seorang treasurer biasanya adalah pengadaan dan pengelolaan uang tunai. Meskipun tanggungjawab pembuatan laporan (reporting) berada di tagan controller, treasurer pada umumnhya membuat laporan mengenai posisi arus kas harian dan posisi modal kerja, membuat anggaran kas dan umunya melaporkan mengenai arus kas dan cadangan uang tunai. Sebagai bagian dari tugasnya, treasurer menjaga hubungan perusahaan dengan bank komersial dan bank investasi. Biasanya treasurer juga bertanggungajwab atas manajemen kredit, asuransi dan manajemen dana pensiun.


DAFTAR PUSTAKA

P. Tampubolon, Manahan. 2005. Manajemen Keuangan (finance management),Bogor: Ghalia Indonesia.
Fred, J.  Weston dan Thomas E.Copeland. 1995. “manajemen keuangan, Jakarta:Binarupa Aksara.




[1] Manahan P. Tampubolon, “manajemen keungan (finance management)”,Bogor: Ghalia Indonesia, 2005, hlm:1

[2] J. Fred Weston dan Thomas E.Copeland, “manajemen keuangan edisi kesembilan jilid 1” , jakarta:Binarupa Aksara, 1995, hlm: 3-4
[3]Ibid, hlm:5-6

0 comments:

Post a Comment