PASAR
KEUANGAN DAN EFESIENSI PASAR
A.
Pasar
Keuangan
Orang dan organisasi yang ingin
meminjam uang dipertemukan dengan mereka yang memiliki dana surplus dalam
pasar-pasar keuangan (financial markets).
Bahwa istilah “pasar” menggunakan bentuk jamak-karena
terdapat banyak perusahaan keuangan
yang berbeda di dalam suatu perekonomian yang maju seperti di Amerika Serikat.
Berikut ini akan dibahas beberapa jenis pasar keuangan yang terjadi di pasar
tersebut secara singkat.
B.
Jenis-Jenis
Pasar
Pasar-pasar keuangan yang berbeda
melayani jenis pelanggan yang berbeda atau wilayah suatu Negara yang berbeda.
Pasar keuangan juga bermacam-macam, bergantung pada jangka waktu efek yang diperdagangkan dan
jenis asset yang digunakan untuk
mencapai efek tersebut. Alasan-alasan tersebut
akan berguna jika kita mengelompokkan berdasarkan dimensi-dimensi berikut.
1. Pasar
asset fisik vs pasar asset keuangan. Pasar asset fisik (atau disebut juga pasar
asset “berwujud” atau “nyata”) adalah pasar untuk produk-produk seperti mobil, real estat,
komputer, dan mesin-mesin. Sementara itu, pasar asset keuangan berhubungan dengan saham,
obligasi, wesel, dan
hipotek, sekaligus efek derivatif yang nilainya diturunkan dari perubahan harga asset-asset lain.
Selembar saham Ford merupakan suatu efek yang nilanya bergantung pada harga saham
Ford.
2. Pasar
tunai vs pasar berjangka. Pasar tunai (spot market) merupakan pasar dimana
asset diperjualbelikan untuk pengiriman “on-the-spot” atau “saat itu” (sebenarnya dalam waktu beberapa
hari). Pasar berjangka (future markets) merupakan pasar dimana para
partisipannya melakukan persetujuan di hari ini untuk membeli dan menjual asset pada satu
tanggal di masa depan. Misalnya, seorang petani melakukan kontrak
future di mana ia hari ini setuju untuk menjual 5000 gantang kacang kedelai dalam
enam bulan kemudian dengan harga $5
per gantang. Perusahaan
produsen makanan internasional yang ingin membeli kacang kedelai di masa depan
mungkin melakukan kontrak future di mana perusahaan tersebut setuju untuk
membeli kacang kedelai enam bulan dari sekarang.
3. Pasar
uang vs pasar modal. Pasar uang (money market) merupakan pasar untuk efek utang jangka
pendek yang sangat likuid. Pasar uang New York, London, dan Tokyo adalah
beberapa pasar uang terbesar di dunia. Pasar modal (capital money) merupakan
pasar untuk utang jangka menengah dan jangka panjang serta saham perseroan. New York
Stock Exchange (bursa saham New York), tempat dimana saham-saham perusahaan
terbesar di AS diperjualbelikan, merupakan ciri
utama suatu pasar modal. Tidak ada aturan yang jelas tentang hal ini. Namun
ketika menguraikan pasar utang, “jangka pendek” biasanya berarti kurang dari 1
tahun, “jangka menengah” berarti 1 sampai 10 tahun, dan “jangka panjang”
berarti lebih dari 10 tahun.
4. Pasar
primer vs sekunder. Pasar primer (primary market) adalah pasar di mana
perseroan menghimpun modal baru. Jika GE akan menjual emisi saham biiasa baru
untuk mendapatkan modal, maka transaksi seperti ini merupakan transaksi pasar
primer. Perusahaan yang menjual saham baru menerima hasil penjualan dalam suatu
transaksi pasar primer. Pasar sekunder (secondary market) merupakan pasar di
mana efek yang telah ada dan beredar diperdagangkan di antara investor. Jadi,
jika jane Doe memutuskan untuk membeli 1000 lembar saham GE, pembelian itu
akanterjadi dalam pasar sekunder. New York Stock Exchange merupakan suatu pasar
sekunder karena pasar tersebut memperjualbelikan saham dan obligasi yang telah
beredar, bukan yang baru diterbitkan. Hipotek, jenis-jenis pinjaman lain, dan
asset keuangan lainnya juga memiliki pasar sekundernya masing-masing.
Perusahaan yang efeknya diperdagangkan tidak ikut terlibat dalam transaksi
pasar sekunder sehingga tidak menerima dana apa pun dari penjualan tersebut.
5. Pasar
privat vs pasar public. Pasar privat (pasar tertutup) pasar di mana
transaksinya dinegosiasikan secara langsung antara kedua belah pihak berbeda
dengan pasar publik (public market), dimana kontrak yang distandardisasi
diperdagangkan melalui pertukaran yang terorganisasi. Pinjaman bank dan
penempatan uang pribadi pada perusahaan asuransi merupakan transaksi pasar
pribadi. Tranasaksi ini bersifat pribadi sehingga strukturnya dapat dibuat
sesuai keinginan kedua belah pihak. Sebaliknya, efek yang diterbitkan dalam
pasar public (misalnya, saham biasa dan obligasi perseroan) akhirnya akan
dimiliki oleh banyak individu. Efek publik harus memiliki fitur kontraktual
yang cukup terstandarisasi, baik untuk menarik berbagai jenis investor maupun
karena investor publik biasanya tidak memiliki cukup waktu dan keahlian untuk
mempelajari kontrak yang unik dan tidak standar. Kepemilikannya yang luas juga
memastikan efek publik merupakan efek yang relatif likuid. Jadi, efek pasar
pribadi merupakan efek yang lebih sesuai keinginan, tetapi kurang likuid.
Sementara itu, efek yang diperdagangkan kepada publik lebih likuid, tetapi
memiliki standarisasi yang lebih besar.
C. Definisi
Efisiensi Pasar
Pasar
yang efisiensi adalah pasar yang harga-harga sekuritasnya secara cepat dan penuh
mencerminkan semua informasi yang tersedia terhadap aktiva. Definisi efisiensi
pasar berdasarkan proses dinamik mempertimbangkan distribusi infermasi yang
tidak simetris (asymmetric information) dan menjelaskan bagai mana harga-harga
tersebut akan menyesuaikan dengan informasi yang tidak simetris tersebut.
Kecepatan penyebaran informasi yang tidak simetris juga merupakan faktor
penting.
Pasar
dikatakan efisiensi jika waktu penyesuaian harga ekulibrium yang baru ini
dilakukan dengan sagat cepat, yaitu sebesar waktu ini tadak harus seketika,
tetapi harus dalam waktu yang sangat cepat. Seberapa cepat waktu untuk dapat
menyerap semua informasi tergantung dari jenis informasinya. Jika investor hannya membutuhkan waktu yang relatif cepat
untung mengevaluasi informasi tersebut, kemungkinan dala beberapa hari saja
atau satu hari saja.
Sebaliknya jika
kondisi-kondisi di atas tidak terpenuhi, kemungkinan pasar tidak efisien dapat
terjadi. Dengan demikian, pasar dapat menjadi tidak efisien jika
kondisi-kondisi berikut terjadi:
1. Terdapat
sejumlah kecil pelaku pasar yang dapat mempengaruhi harga dari sekuritas.
2. Harga
dari informasi adalah mahal dan terdapat akses yang tidak seragam antara pelaku
pasar yang satu dengan yang lainnya terhadap suatu informasi yang sama.
3. Informasi
yang disebarkan dapat diprediksi dengan baik oleh sebagian pelaku-pelaku pasar.
D. Syarat-syarat pasar yang efisiensi
Syarat-syarat pasar efiseinsi
yaitu:
1. Harga sekuritas ditentukan oleh demand dan supply dari
bayak investor. Artinya bahwa seorang pelaku pasar tidak dapat mempengaruhi
harga sekuritas. Investor adalah harga (price taker)
2.
Informasi
tersedia secara luas untuk semua pelaku pasar pada saat yang bersamaan dan
harga untuk memperolih informasi tersebut rumah.
3.
Informasi
dihasilkan secara acak (random) dan tiap-tiap pengumuman informasi sifatnya
random satu dengan yang lainnya. Informasi dihasilkan secara random artinya
bahwa investor tidak dapat memprediksi kapan emintan akan mengumumkan informasi
yang baru.
4.
Investor
dereaksi dengan mengunakan infornasi secara penuh dan cepat, sehingga harga
sekuritas berubah dengan semestinya, mencerminkan informasi tersebut untuk
menjapai keseimbangan baru. Kondisi ini terjadi kerana pelaku pasar merupakan
individu-individu yang canggih mampu memahami dan menginterpretasikan informasi
dengan cepat dan baik.
E. Bentuk
Efisiensi Pasar
Bentuk efisiensi pasar
dapat ditinjau dari segi ketersediaan informasinya saja atau dapat dilihat
tidak hanya dari ketersediaan informasi, tetapi juga dilihat dari kecanggihan
pelaku pasar dalam pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari informasi
yang tersedia.
Tiga macam bentuk utama
dari efisiensi pasar berdasarkan ketiga macam bentuk dari informasi, yaitu
informasi masa lalu, informasi sekarang yang sedang dipublikasikan dan
informasi privat berikut ini:
1. Efisiensi
pasar bentuk lemah
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk
lemah jika harga-harga dari sekuritas tercermin secara penuh dari informasi
masa lalu.
2. Efisiensi
pasar bentuk setengah kuat
Pasar dikatakan efisien setengah kuat
jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang
dipublikasikan termasuk informasi yang berada di laporan-laporan keuangan
perusahaan. Informasi yang dipublikasikan dapat berupa sebagai berikut ini:
a. Informasi
yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga sekuritas dari perusahaan
yang mempublikasikan informasi tersebut. Contohnya seperti pengumuman laba,
pengumuman pembagian dividen, pengumuman pengembangan produk baru, dll.
b. Informasi
yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas sejumlah
perusahaan. Contohnya seperti regulasi untuk meningkatkan kebutuhan cadangan
yang harus dipenuhi oleh semua bank-bank.
c. Informasi
yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas semua perusahaan
yang terdaftar di pasar saham. Contohnya ialah peraturan akuntansi untuk
mencantumkan laporan arus kas yang harus dilakukan oleh semua perusahaan.
3. Efisiensi
pasar bentuk kuat
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk
kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang
tersedia termasuk informasi privat.
DAFTAR
PUSTAKA
Kodrat,David
Sukardi.2009.Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rusdarti
Dan Kusmuriyanto.2008. Ekonomi Fenomena Disekitar Kita. Jawa Tengah: Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri.
Yulianto,Ali Akbar.2010.
Dasar-Dasar Manajemen